Tampilkan postingan dengan label life sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life sharing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Kunjungan ke kebun sayur hidroponik papua

Amole!

Saya hobby berkebun. Selama ini mencoba menanam apa saja yang bisa di tanam di belakang rumah. Baik itu tanaman sayur seperti kacang panjang, pare, kangkung, sawi ataupun tanaman herba seperti daun kemangi, serai, kunyit, jahe dsb. Saya menanam secara konvensional dalam arti menggunakan tanah saja sebagai media tanamnya namun mulai tertarik juga mencoba menanam tanpa media tanah alias menggunakan air plus nutrisi. Orang-orang menyebutnya Hidroponik. Hidroponik yang saya praktekkan adalah yang sistem wick / sumbu karena model ini yang paling sederhana dan mudah untuk di praktekkan. Momen-momen berkebun saya abadikan melalui akun Instagram saya yaitu @berkebunditimika dan di fanspage Berkebun di Timika. Nah dari fanspage inilah saya berkenalan dengan pak Ikhwal Pembayun dan Mas Surya. Pak Ikhwal ini yang memberikan informasi sebuah kebun sayur Hidroponik yang berlokasi di daerah Irigasi. Awalnya sih agak ga percaya gimanaaa gitu ya maklum Timika kan kota kecil. Namun...

Senang rasanya akhirnya bisa mengunjungi kebun hidroponik di Kota Timika hari Sabtu lalu tanggal 30 April 2016.  Saya dan suami beserta anak-anak ke sana menggunakan mobil pribadi dengan Mas Surya sebagai guide-nya.  Mas Surya ini adalah orang yang diberi kepercayaan mengelola kebun Hidroponik tersebut.  Jika mau ke sana bisa melalui Petrosea atau melalui Jalan Bu Sirih masuk ke dalam. Ini foto-foto yang saya ambil dalam perjalanan menuju ke sana. 

Cuaca cukup cerah sore itu sekitar pukul 4.30 kami berangkat dari rumah kami di Sempan Jalan Hasanudin. Perjalanan agak jauh melalui jalan yang masih perlu perbaikan. Gronjal-gronjal kalau orang jawa bilang. Maklum belum di aspal hehehe. Saya mengambil rute melaui Jalan Budi Utomo lalu belok kiri masuk ke Bu Sirih.
Sapi-sapi merumput di sebuah ladang rumput yang lumayan luas di daerah Irigasi. Memimpikan mempunyai kebun seluas ini, bisa memelihara sapi sendiri dan mengambil susunya lalu belajar membuat keju atau yogurt seperti yang aku pernah baca-baca di blog luar negeri :). Daerah sini tanahnya masih luas-luas, banyak orang menanam sayur, memelihara ternak dsb. Harga tanah disini pastinya lebih murah ya hehehe. Kayak di desa / dusun.
Ladang kacang panjang. Wah ini skala besar. Jadi ingat kacang panjang dirumah hanya beberapa saja yang saya tanam. Masih kurang banyak dah saya nanamnya hahaha.
Akhirnya sampai juga di kebun sayur hidroponiknya. Pertama kali masuk melihat deretan benih-bening selada di atas talang pvc yang di aliri air secara terus-menerus. NFT nama hidroponik yang dipakai. Hidroponik di sini menggunakan Green House karena kalau tidak sayur-sayur selada tidak tahan dengan cuaca Timika yang panas sekali.
Air mengalir melalui pipa-pipa kecil ini. Pipa ini tersambung dengan air tandon yang juga berputar terus.
Selada yang masih kecil / baby.
Tanaman yang dibudidayakan saat ini hanya selada. Kedepan ada rencana menanam tanaman Tomat. Selada saat ini dijual ke Pangansari Utama yaitu kontraktor yang menangani katering PT. FI. Namun penjualannya masih bertahap. Sayangnya Selada-selada ini belum bisa ditemukan di mini-mini market di Timika karena alasan tertentu. Jadi kalau pengen beli ya langsung datang saja ke kebun Hidroponik ya. Harganya per kilo Rp. 70.000,00. Tidak jauh beda dengan harga yang ada di kota-kota besar lain di Indonesia seperti Surabaya.
Siluet Matahari sore menembus fasilitas kebun Sayur Hidroponik. Menurut Mas Surya kalau siang hari ketika matahari lagi terik-teriknya sayuran ini agak layu. Lalu menjelang sore, tanaman segar kembali. Jadi saran saya kalau mau belanja sayur disini bisa pagi / sore hari. Jangan siang hari ya....
Ha..ha..ha anak saya yang paling kecil Ahmad larian-larian di sekitar kebun jadi dia digendong kakaknya Sausan.
Salah satu dari empat Jenis selada yang di tanam. Namanya apa saya lupa. Lainnya adalah selada keriting yang biasa untuk isian burger itu, lalu selada keriting dengan semburat merah atau lollo rosso, selada romaine dan satunya saya lupa nanya *getok kepala*. Pokoknya ada bonggolnya gitu.
Selada keriting nan hijau segaaaar. Pengen makan langsung.
Kakak Rakhma merasakan aliran air di talang.
Kak Rakhma dan Lollo Rosa
Sambil bercanda Kakak Rakhma bilang wah "Ibu coba Ayam kita di ajak kesini pasti dia senang sekali". Ada-ada saja anak ini. 
Icipin dulu ya seladanya :). Menurut saya lumayan enak. Krenyes-krenyes gitu. Saya sudah nyoba praktek memasak yang Lollo Rossa untuk tumisan.
Video singkat kebun Hidroponik Timika. Maaf ya kok videonya miring begini ya...nanti diperbaiki dulu ya...
 Kami membeli selada 3 ikat seharga Rp. 70.000,00 atau setara 1 kilogram selada.
Selfie dulu lahh. Makasih Mas Surya atas fotonya dan telah menemani kami muter-muter kebun.

Kami cukup senang bisa berkunjung ke kebun ini, lumayan buat menambah pengetahuan anak-anak tentang sayur. Selain bisa melihat-lihat sayur kita juga bisa belanja sayur yang masih segar.  Sayur ini bisa tahan 4 hari dalam kulkas.  Jadi pembaca jika tertarik mau ke kebun ini silahkan hubungi Mas Surya di (No. hp menyusul ya).

Salam,
Ibukerte aka Ibu Chandra

Selasa, 05 Juli 2011

setengah hari ke kuala kencana timika

 

Sudah lama banget rasanya aku tidak mengunjungi Kuala Kencana, the one and only tempat rekreasi keluarga di Timika.  Tujuanku ke sana karena pertama ingin ke perpustakaan yang ada di sana. Penasaran juga seperti apa Kuala setelah aku tinggalkan kurang lebih 8 bulan yang lalu. Ternyata masih tetep sama hehehe. Buat pembaca yang penasaran tentang kota Timika terutama seperti apa itu Kuala Kencana bisa baca postingan saya kali ini.

Taxi yang dimaksud disini adalah mobil avanza sewaan. Kalau di Timika orang sebutnya Taxi atau kadang disebut juga taxi gelap (ga tahu kenapa disebut taxi gelap yang jelas legal kok).  Sewanya Rp. 60.000,00 perjam.  Saran saya supaya lebih murah, minta di antar jemput saja karena biayanya bisa lebih murah, selain itu juga tidak perlu serasa ditunggu oleh sopir dan dikejar oleh waktu (dan biaya hehehe). Kalau antar jemput, biaya-nya Rp. 100.000,00 sekali antar atau Rp. 200.000,00 antarjemput.

Anakku, Rakhma seneng banget naik mobil, jadi selama di taxi dia nyanyi ‘Pelangi-pelangi’ terus. Coba dengerin dia nyanyi di video ini hihihi. O ya di dalam mobil ada pak Zainal si-sopir, aku, Rakhma, Sausan dan pembantuku namanya mbak Ira dari Madura.

Kuala kencana berada di dalam area hutan jadi di kanan kiri jalan banyak pepohonan lebat. Dan juga jalanan lengang karena memang kawasan ini masih masuk dalam area kerjanya Freeport. Hanya mobil berplat nomor Kuala saja yang boleh masuk.

Perpustakaan Kuala Kencana

Setelah melalui perjalanan kurang lebih setengah jam dari kota Timika, sampailah kami di Kuala Kencana. Langsung tancap gas menuju Perpus-nya. Sorii, videonya belum di edit jadi nontonnya miring yaaa :D. Video ini diambil di depan Perpustakaan Kuala Kencana. Tempatnya asri banget lho makanya aku suka banget ke sana.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Ini pertama kali bagi Sausan pergi ke perpustakaan Kuala Kencana. Eh bukunya langsung dipegang sama dia :D

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         the next kutubuku

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Horeee..Sausan sudah bisa angkat pantat

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

My two Angel in one frame

OLYMPUS DIGITAL CAMERA          

Bingung mau yang dipilih mana secara bagus-bagus semuaaaaa

Akhirnya pilihanku jatuh pada Naked Traveller 2, sama Sukses Bisnis Toko Online karangan Anang Y.B. Untuk bukunya Trinity aku acungin jempolnya. Ajaib ya wanita satu ini, suka banget berpetualang ke banyak tempat di dunia. Membaca bukunya seperti di ajak jalan-jalan beneran dan juga banyak moral story dan kisah-kisah lucunya di setiap tempat yang dikunjunginya. Untuk buku karangan Anang Y.B juga cukup bagus misalnya pada bagian pentingnya FAQ (Frequently Asked Question) atau pertanyaan yang sering di ajukan oleh customer untuk di tampilkan dalam website toko online sehingga kita tidak perlu menjawab pertanyaan yang sama oleh customer karena sudah ada bagian khusus yang membahasnya.

Untuk Rakhma aku pinjamkan 2 buku cerita anak yang judulnya ‘A sick days for Amos Mc Gee” dan “Dear T-Rex”. Buku Impor karena sebagian buku-buku yang ada diperpustakaan adalah buku berbahasa Inggris jadi saat aku membacanya langsung aku terjemahkan sendiri. Enaknya disini, maksimal kita bisa pinjam 4 buku, lumayaaaan.

Makan-makan at Lupa Lelah Club

Lucu ya nama resto-nya Lupa Lelah Club tapi memang benar setelah duduk and makan, lupa deh lelahnya. Bisa makan di dalam atau diluar tapi pilihanku diluar karena di dalam AC-nya dingin bangeet dan juga view diluar lebih bagus. Bisa sambil lihat orang lalu lalang dan nonton orang lain juga makan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Anakku Rakhma sudah ga sabar pengen makan makanya dia sudah langsung duduk manis

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Hi, it is me and Sausan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA          

It is me wearing Papua Batik. Ikat pinggangnya terlepas jadi kelihatan longgar hik-hik-hik (aslinya cantik lho blouse-nya).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA          

Langsung di minum jus lemonnya dan tandes

Belanja di Hero Supermarket

Setelah kenyang dan berhubung sudah agak siang saat itu, aku dan rombongan cepat-cepat menuju Hero Supermarket untuk berbelanja. Belanja di sini lebih murah jadi pastikan membawa daftar belanjaan supaya lebih efisien.  Karena kalap belanja, waktu di kasir kaget juga saat struk belanjanya menunjukkan angka Rp. 604.000,00 hehehe (untung cukup). Dan ini hasil belanjaku….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Seumur hidup ini adalah rekor belanjaku yang paling banyak

Oh iya saat pulang, aku mampir ambil pesanan batik di toko batik terdekat supaya lebih hemat. Belanjanya tetep pakai go-green bag dong yaaaa. Koleksi tas go-greenku bertambah karena saat belanja di Hero di meja kasir di jual go-green bag dari first choice. Lucu lho tasnya mirip Envirosax gitu jadi tasnya bisa di lipat dan di masukkan ke dalam kantong/dompet kecil. Selain itu juga ringan di tangan dan ringan di kantong pula(harganya hanya Rp. 15.000,00 per tas). Bentuknya pun mirip dengan tas kresek dan di jahit benang. Semoga saja awet tas ini.

On the way home

Saat pulang, Rakhma dengan gaya-nya duduk di depan di dekat sopir. Ssstt, dia ketiduran sambil saut-saut terdengar lagu lama dari stereo mobil. Lagunya ? Lagu lamanya Betharia Sonatakah? hehehehe

Sekarang saatnya istirahat, kami sudah sampai rumah pukul 3 sore (berangkat pukul 1.15 WIT). Semoga lain kali bisa pergi tamasya ke Pelabuhan dekat sini (lihat kapal doang yeeee).

Ibukerte

Selasa, 24 Agustus 2010

Mendesain website dengan Joomla

Website tas hijauku sedang aku kerjakan (lagi) dan berita bagusnya adalah sekarang dalam tahap bikin katalog.  Bikin katalognya itu lho yang syusaaah karena aku mengikuti Tutorial di buku, tapi setelah di praktekkan hasilnya agak mengecewakan and tidak sesuai harapan saya.  Selain itu pembuatan website juga sempat tersendat-sendat karena Ibukerte ketahuan hamil muda (sekarang jalan mau 6 bulan) jadi pembuatan website sempat terhambat karena Ibukerte mengalami morning sickness selama 3 bulan. 

Bikin website Joomla gampang-gampang-susah.  Sudah 3 Buku Tutorial Joomla aku telan tapi masih banyak kesulitan di sana-sini.  Solusinya ya..apalagi kalo bukan pake jasanya pakdhe Google.  Biasanya dapatnya ya melalui forum-forum Joomla dan komunitas Joomla Indonesia yang alamatnya di http://www.id-joomla.com/.  Aku udah coba register jadi anggotanya tapi gagal terus karena harus enable cookies.  Aku punyanya brownies hehehe.  Just Kidding.

Tapi Ibukerte senang karena jadi tahu ternyata bikin website itu ga gampang and kalau ga mau susah and punya uang, pakai saja jasa pembuatan website yang bertebaran di Internet.  Aku pernah baca jasa pembuatan internet ada yang mematok Rp. 950.000,- (Gerai UKM), itu semua udah mencakup template, jasa pembuatan website, domain + hosting, dan CD Tutorial. 

Ibukerte ini khan type orang yang pengen tahu and mencoba dulu.  Jadi kalau sampai gagal baru minta tolong orang lain :).  Apakah kamu punya pengalaman membuat website dengan Joomla?  Share dengan Ibukerte ya!

Sabtu, 27 Maret 2010

Our trip to java part 2; nights @ the hospital

Aku tidak menyangka anakku harus masuk rumah sakit.  Dia sakit typus ringan.  Awalnya dia demam selama 3 hari berturut-turut.  Aku beri obat penurun panas namun hingga hari ke 3 demamnya masih muncul hingga kami memutuskan untuk periksa ke dokter anak terdekat hari itu juga.  Dokter mengatakan perlu tes lebih lanjut untuk mengetahui sakit apa.  Kami diberi resep obat antibiotik, obat batuk (karena Rakhma agak batuk sedikit), Vitamin (karena menolak untuk makan hanya minum ASI) dan puyer untuk menurunkan panas.  Dokter juga mengatakan jika panasnya masih muncul, kami di minta untuk periksa kembali.  Dan benar hingga hari ke-5, demamnya belum juga turun dan keesokan harinya kami pergi ke dokter dan oleh dokter Rakhma harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum untuk mendapatkan terapi infus karena badannya panas tanda kurang air (dehidrasi).

Jujur saja, saya dan suami awalnya sempat ragu-ragu untuk membawa anak kami ke RSU, tapi berhubung kami juga tidak punya pilihan lain, kami tetap memberanikan diri.  Kami langsung menuju UGD dan langsung booking kamar.  Kami mendapatkan kamar kelas 1C karena hanya kamar tersebut yang masih kosong.  Diluar perkiraan kami, ternyata yang dimaksud kelas 1 tidak seperti yang kami bayangkan yaitu 1 kamar 1 pasien.  Namun satu kamar di isi oleh 4 pasien. Sebelum kami memasuki kamar tersebut, Rakhma mendapatkan infus di Ruang UGD saat itu juga.  Sempat ngeri juga membayangkan jarum suntik di masukkan ke pergelangan tangannya.  Mungkin karena Rakhma sudah lemas jadi dia pasrah saja di utak-atik tangannya oleh tim suster.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah itu, kami langsung menuju bangsal anak tempat Rakhma di opname.  Di kamar tersebut ada 2 balita dan 1 anak laki-laki berumur 11 tahun yang juga di rawat.  Rakhma merupakan pasien terbaru yang masuk ke kamar tersebut.  Kami mencoba menikmati ruang baru kami tersebut dan berkenalan dengan pasien yang satu kamar dengan kami.  Aku sendiri tidak bisa memikirkan hal lain selain kesembuhan Rakhma, sehingga hingga hari terakhir pasien yang tersisa hanya Rakhma sedang yang lainnya sudah pindah ke kamar yang lebih baik (1 kamar, 1 pasien).  Kalau malam di bangsal anak, tangisan anak selalu terdengar baik siang maupun malam.  Di koridor bangsal selalu ada ibu menggendong anaknya yang rewel karena menahan sakit.  Aku juga harus terbiasa melihat anakku terbujur di kamar sambil tanggannya terikat oleh Infus.  Betul-betul pemandangan yang tidak terbayangkan untuk liburan kami di Salatiga.

Pada hari ke 5 di hospital, kondisi Rakhma membaik.  Dan pada hari ke-6 Rakhma di ijinkan untuk pulang oleh Dokter.   Dari pengalamanku ini, aku bisa mengambil pelajaran, kalau;
  1. Typus merupakan penyakit yang menyerang pencernaan yaitu bagian usus halus dikarenakan makanan yang tidak higienis dan makan yang kurang teratur
  2. Rakhma sakit tyfus karena kesalahanku kurang memperhatikan asupan makannya.  Selama liburan ini Rakhma sering bepergian sementara dia hanya minum ASI dan makannya pun susah.  Setelah di beri vitamin oleh dokter, baru nafsu makannya mulai membaik.
  3. Hampir setelah imunisasi Rakhma sudah komplet, aku sudah jarang ke dokter anak untuk cek berat-badannya.  Padahal itu penting untuk mengetahui perkembangan anak normal / tidak.  Asal tahu saja berat badan anakku saat sakit waktu itu hanya 9 kilogram !! Sedangkan berat badan normal untuk usia  tahun paling tidak 9.9 kilogram.
  4. Anakku type anak yang susaaah sekali di beri obat.  Baru setelah di ganti sendoknya dengan pipet, Rakhma baru mau minum obat sedikit-sedikit.
Sekarang, anakku sudah sembuh dan ceria seperti biasanya.  Setelah kejadian itu, aku lebih memperhatikan asupan makannya dan memperhatikan tidurnya dalam arti tidak keasikan maen dengan teman-temanya hingga dia lupa makan dan minum.

Karena harus di rawat di RSU selama seminggu, kepulanganku ke Timika pada tanggal 24 Maret kemaren tertunda hingga tanggal 14 April mendatang.  

Salam
Ibukerte

Sabtu, 23 Januari 2010

So do you think I need a nanny?

'Survive without nanny' is my blog tag-line.  Why? Because for one or more reason, I wish I could hire a nanny and the other is because I strongly believe a new mother like me need a helping hand.   

  1. It is so overwhelmed to become a mother.  I mean 'we' should do multitasking job like cooking, cleaning, child rearing, laundry, not to mention when our child try to get our attention.  
  2. With 24/7 working day, it is somehow a big hand if I could hire a nanny, maybe if I cook, she is the one who will take care of my daughter :).  Rakhma, my lovely daughter, she will 2 years old next March.  She is in explore and find new friend stages.  She really like having new friend and not afraid of strange people. Somehow, she is more like hang out with her buddy rather than me.  But, you cannot leave 2 years old without adult supervision, right?  So, here I am.  Split between my to-do list and supervise her.
  3. I will have more time for my self, definitely. My last time I walked alone was when I got pregnant.  I really miss that episode.
  4. I could go to mall more freely, like try new outfits.  It is impossible to try those one if you bring your child  at the mall. She thinks mall is new place for exploration.
  5. H..h...h...finally I can breathe for a moment and share my 'wishes'.
I ever had a house helper, but she stands only 3 weeks.  Poor me.  Basically, her job was clean the dishes and cooks for us.  The reason she was 'out' was she had another job that made her physically tired so she decided the leave her job with me. After then, I am pretty lazy to find her replacement.  Sigh.

So why not hire a nanny?

First and last because you have to pay them at least IDR 500.000,- per month.  It is a big bug for our family.  I just don't think it is good for our finance. I guess we 'survive' without nanny....

Senin, 21 Desember 2009

Happy Mothers Day

Mothers hold their children's hands for a short while, but their hearts forever - Anonymous-

For all mommy in the world, Happy Mothers Day!
For my mom, thank you so much for time, patience, toughness, ductility raise us.  Until me,  my brothers and sisters could live complete and happily today. I love you Mom.

Minggu, 20 Desember 2009

My favorite televition show


I like watching television, Who doesn't? and I think it is cheap, fast, quick entertainment.  I usually watches television after doing daily chores or domestic stuff.  But since I have a daughter, I follow some of children programs too.

Here are my favorites televition programs;

Titian Qalbu – TeveOne

Every morning, I sit back and listened peacefully. Religion teaching and everyday problems seem the perfect match that cannot be found on other programs.  It is also a good way to improve our faith despite our willingness to attend releligion forums.

How its Made – Discovery Channel.

I am still amaze how things are made from beginning until it become finish products.  Yesterday, I watched the making of carpet and still cannot believe that it is actually made from sheepskin and next it processed onto yarn.  The making the yarn is beyond my thought too. It is magnificent process how things from soft sheepskin becoming yarn and then transformed into carpets.  Well things is not as simple as it seen. Even a candy bar or marbles!

Oprah Winfrey Show – Metro Tv

I looooooove this woman! She has inspires a lot of people to do the good things, to live the best life.  One of my favorite is her session with Petter Walls, the clutter expert. One of his advise that workable for me is that labeling my kitchen container is helpful and useful. It make my refrigerator more simple and loose. He also said that every time we buy something we have to take out something from our house to avoid clutter.

Rachael Ray – Metro Tv

I impressed by her cooking talent and the way she babbling while she’s cooking is so funny.  I never ate western food but just looking at her cooking already make me want to eat them. Yummo!

Archipelago – Metro Tv

I occasionally watching it.  Traveling around the world is my dream.  Just to watching it make me happy and wondering when I can visit those countries. LOL.

Koki Cilik – Trans Tv

Koki Cilik in english means Little Cheft.  This programs like the title, taught the kids viewer to love to cook, and enjoy cooking.  Each session talk different subject from tomatoes, strawberry and so on. At the end of the show, they give how-to tips.
I like the presenter too – Prilly.  She is such a  young talented little girl.

Maybe you imagine me sitting in front of tv all day long.  Of course not, how ever i just enjoy it, I dont require my self to follow those programs. I found this list along the way.  So..what is your favorite tv show?


Jumat, 27 November 2009

Backyardigans, imajinasi anak berawal dari taman belakang


Courtesy of Nick Jr.

Backyardigans merupakan salah satu acara tv favorit anak saya.  Film ini menceritakan petualangan 5 anak yaitu Tasha, Tyron, Pablo, Austin dan Uniqua.  Bersama mereka bermain di halaman belakang dan memulai petualangan mereka.  Dari petualangan bajak laut, perburuan harta karun, hingga ke luar angkasa sekalipun.

Anak identik dengan bermain karena dengan bermain anak belajar banyak hal dan mereka bisa mengembangkan imajinasi mereka hingga ke hal-hal yang tak terbatas seperti berpetualang ke luar angkasa!  Masalahnya tidak semua orang beruntung mempunyai halaman belakang untuk bermain.  Solusinya anak-anak bisa bermain di taman publik/ taman terbuka.  Namun sayang sekali di negara kita tercinta ini hal-hal seperti ini kurang diperhatikan.  Taman terbuka jumlahnya bisa dihitung dengan jari begitu juga fasilitasnya kurang memadai. Di kota Timika misalnya hanya ada satu tempat bermain anak-anak di dekat kompleks perumahan yang kondisinya sudah rusak.  Ayunan yang jumlahnya 4 hanya 1 saja yang bisa di pakai dan juga sering becek kalau hujan.

 

Taman terbuka di kota Timika

Padahal di taman terbuka seperti ini anak bisa bersosialisasi, bergembira dengan teman-teman yang lainnya dengan gratis!  Meskipun sekarang di Mall menjamur arena bermain untuk anak-anak seperti Time Zone, Fun Station dsb, namun itu hanya sebagai alternatif tempat bermain saja.  Alasan yang lain adalah apalagi kalau tidak uang yang harus kita keluarkan jika ingin bermain di tempat tersebut.



 Arena bermain di Fun Station, Timika

Kalau saya di suruh pilih sich ya saya pilih yang gratis dan yang bisa medekatkan anak dengan alam daripada arena bermain buatan.  Saya hanya bisa berharap semoga pemerintah Indonesia khususnya pemerintah Timika, lebih banyak membuka taman terbuka untuk anak-anak.  Sehingga mereka bisa bermain, tertawa dengan bebas dan menjadi bagian generasi yang selalu bergembira dan cerdas melalui sarana bermain yang ada.

Selasa, 03 November 2009

Mak Irit dan Penghematan Keuangan Keluarga





Pernah nonton Jelang Siang Trans Teve yang episode Mak Irit belum?  Itu lhoh ibuk-ibuk genit yang sukanya belanja barang-barang murah and nawarnya iriiiit banget sampai bikin sellernya bunuh diri.  Mak Irit?  Dengar namanya aja aku udah senyam-senyum.  Wanita emang kudu irit (hemat) too, apalagi zaman sekarang dimana harga-harga melambung tinggi (apalagi di Timika yang pakai kurs Dollar USA hi..hi..hi..).


Ibukerte penggemar Mak Irit ya?  He..he...he..penggemar sich bukan tapi aku merasa tergelitik untuk menulis.  Kalau nonton di televisi sich nawarnya Mak Irit emang kebangetan banget.  Naratornya aja sering celetuk "Mak Irit..Mak Irit, Nawarnya jangan kebangetan duooong Mak Irit!".


Ibukerte sich merasa di tengah-tengah, irit enggak , boros juga enggak.  Menurutku Irit/boros itu subyektif banget.  Yang menurutku irit, belum tentu orang menganggap itu irit, mungkin malah beranggapan kurang kerjaan dan menyulitkan diri-sendiri.


Ibukerte sich paling irit kalau beli baju dan make up.  Bukan karena enggak punya uang tetapi karena harga baju mahal di sini (Timika) jadi mendingan kalau pas pulang ke jawa kesempatan beli baju dan make up. 


Irit itu bisa di pelajari, menurut pengalaman Ibukerte sich banyak advise dari orang, atau baca-baca di majalah yang bisa kita praktekkan (menurut versi saya lhoo).  Kakakku pernah bilang "kalau mau ngirit sabun cuci piring, campur aja dengan air sedikit supaya hemat".  Rupanya dia pelajari dari mertuanya.  Lain waktu, "kalau setrika tumpuk aja baju-baju sejenis seperti kaus dengan kaus kemudian baru di setrika sehingga baju di bawahnya kena panas dari baju yang paling atas".  Hemat tenaga, waktu dan uang untuk listrik.  Atau....baju jangan keseringan dicuci, kalau cuman basah sedikit mendingan di angin-anginkan saja.  Kalau yang ini sich belum tentu orang bisa misalnya tetanggaku.  Dia orangnya ga bisa pakai baju meskipun basah sedikit aja.  Gerah katanya. I could'nt blame her.


Aku pernah baca di blog nya Ninit Yunita tentang hitung-hitungan yang berpengaruh dengan kehidupan finansial kita.  Misalnya nich, kalau kita bisa menghemat uang belanja Rp. 500,00 / hari maka kita telah menghemat uang Rp. 3500/minggu, atau Rp. 15.000,00/bulan, atau Rp. 182.500,00 / tahun.  Sesuatu hal yang tidak terbayangkan bukan buk? Sesuatu yang kecil ternyata sangat berarti jika dijumlahkan/akumulatif.


Sejauh ini Ibukerte telah menghembat biaya untuk pampers yang dahulu sebulan bisa menghabiskan uang Rp. 100.000,00 sekarang turun drastis menjadi kurang dari Rp. 50.000,00.  Bisa di bayangkan berapa penghematan yang telah ku lakukan jika Rp. 50.000,00 x 12 bulan = Rp. 600.000,00 !!!. How cool is that?


Kok bisa sich? 


Bisa dong...baca postingan ibukerte tentang "Beralih ke Popok Kain" ya supaya lebih jelas. Kalau ingin produk popok kain kunjungi aja website Reusable Diaper atau yang baru-baru aja muncul yaitu Racheline.  Tapi masalah harga sich memang lebih mahal Racheline kayaknya karena bahannya lebih berkualitas dan juga Made in USA ibuk-ibuk.  Ibukerte jujur ingin sich beli produk-produknya Racheline yang Bumwear tapi berhubung belum ada dana jadi biar jadi Wish List-nya Ibukerte dech.


Tapi penghematan kecil-kecilan tidak saja urusan popok bukan ibuk?  Bisa hemat yang lain misalnya hemat pakai air, gula pasir, deterjen, produk kosmetik, baju, minyak goreng, listrik. Atau irit nawar seperti Mak Irit he..he..he.. Pokoknya yang kira-kira bisa di hemat sedikit-sedikit dech buk. Kan dari yang sedikit-sedikit ini lama-lama jadi Gunung eh bukit.


Bicara masalah mengatur keuangan, websitenya Quantum Magna Financial pantas di lirik lhoh ibuk-ibuk soalnya ada Quick Check Up untuk mengatur keuangan selama sebulan.  Berguna banget buat Ibukerte.


Salam

Ibukerte













Senin, 26 Oktober 2009

Makin praktis dengan bumbu siap pakai

Sudah seminggu ini aku sendirian di rumah dengan putriku Rakhma karena suami mendapatkan tugas dari atasannya untuk menservice trafo di Tembagapura.  Sedih sich tapi mau gimana lagi tetap harus di jalani.  Yang jelas aku lebih sibuk dari pada biasanya.  Apalagi sekarang aku punya kesibukan baru yaitu ngurus toko online Timikaunique.  Alhamdullillah sudah mulai ada permintaan batik papua dan kerajinan papua setelah blogging hampir 4 bulan.  Not bad.  LOL.



Seminggu ini aku terbantu sekali dengan bumbu siap pakai yang aku buat sendiri.  Resepnya aku contek dari internet.  Klik link berikut ini Makin Praktis dengan bumbu siap pakai.  Intinya sich kita bikin 4 bumbu dasar yaitu putih, kuning, merah, sama orange.  Nach masing-masing bumbu bisa di bikin bermacam-macam sayur.  Misalnya nich bumbu putih bisa di bikin untuk soto, sayur bobor.  Terus kalau bumbu kuning untuk bikin sayur opor, ayam goreng kuning dst.   
"Bumbu siap pakai ini menghemat waktu 40% di banding kalau kita mesti kupas and uleg-uleg bumbu-bumbu tersebut
Bayangkan kalau mau bikin opor ayam tinggal cuci ayam, siapkan air kemudian, masukkan bumbu siap pakai, tambahin serai, daun salam, daun jeruk, tambahkan santan, taburi bawang merah.  SUDAH! More time for doing networking. LOL.