Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

green tips of the day

Jangan meminta bukti cetak setiap kali bertransaksi melalui ATM.  Tindakan sederhana ini akan menghemat penggunaan rol kertas yang segulungnya memiliki panjang lebih dari 609.600.000 meter.  WOW…

Belanja di Toko Online.  Gampang banyak pilihan, dan irit bahan bakar karena Anda tidak perlu berkendaraan.  Tinggal menungu kiriman Pos.

95% energi listrik akan terbuang sia-sia ketika anda lupa mencabut charger usai mengisi baterai gandget.

Memakai barang second hand (vintage), dengan begitu Anda berkontribusi untuk memperpanjang usia penggunaan suatu barang.  Selain harganya bisa lebih murah atau bisa di tawar, barang-barang seperti ini punya nilai unik!

Sumber: Buku 1001 ways You Can Save the planet & Femina Magazine

Senin, 11 Oktober 2010

Tas Hijau, Proyek Impian Akhirnya Terwujud Juga

snapshot.png
Just Do It ! - (Richard Branson, CEO Virgin Atlantic)

I am so proud of me.  Akhirnya proyek Tas-hijau, yang alamatnya di www.tas-hijau.com akhirnya goes online juga. Idenya sebenarnya sudah lamaaa banget sekitar 7 bulan yang lalu. Namun baru sekarang websitenya bisa di selesaikan (karena websitenya buat sendiri dari awal sampek akhir, kecuali tasnya, *LOL*).

Aku bercerita sedikiiiit saja tentang Tas-Hijau. Kalau boleh aku bilang proyek ini idealis banget! Website ini menawarkan reusable fabric bag atau tas kain yang bisa di pakai berulang kali untuk belanja / shopping. Material yang di pakai sebagian besar katun. Motifnya pun macam-macam. Sebenernya ga cuma shopping bag aja tapi ada produce bag, gift wrap bag dan 2 in 1 bag. Untuk awalnya aku coba menawarkan 4 produk dulu karena produk seperti ini kan belum banyak di Indonesia jadi masih nyoba-nyoba bagaimana respon pasar. Kedepannya tentunya aku bermimpi produknya tidak hanya shopping bag aja tapi ke produk-produk ramah lingkungan spt busa cuci piring ramah lingkungan, peralatan masak ramah lingkungan non plastik, komposter portable, kosmetik ramah lingkungan dan bukan tidak mungkin panel tenaga surya dengan harga yang terjangkau masyarakat? Semuanya berawal dari Langkah kecil dulu kan...???

Aku rasa semua ini berawal karena aku prihatin banget banget dengan kondisi lingkungan di Indonesia ini. Aku ingin ikut andil walaupun kecil. Aku ingin Indonesia menjadi negara yang bersih, hijau, banyak pepohonan dimana-mana, orang lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Masyarakat peduli akan konsep Reduce, Reuse, Recycle. Begitupun aku memimpikan pemerintah yang memfasilitasi Pemda-nya dengan UU yang mengatur masalah sampah dengan lebih terstruktur dan terarah. Masyarakat dengan mudah bisa menemukan pusat-pusat daur ulang (sehingga ga percuma aku memisahkan sampah organik dan non organik. LOL.

Daripada cuma bermimpi aja, ayolah beli tas-hijau (ngerayu sedikit maksa). Ga cuma di beli sich. Harapanku lebih banyak orang setelah beli, di bawalah tas tersebut untuk belanja. Karena percuma beli tas-hijau tapi ga pernah di bawa untuk belanja karena pemakaian tas kain sepanjang siklus hidupnya bisa menggantikan pemakaian 1000 kantong plastik. Mungkin bagi sebagian kita tidak berpikir sejauh itu ya? Fakta tersebut berdasarkan penelitian lho jadi bukan asal-asalan.

byob

Dan yang terakhir ..tarik nafas dulu.  Jangan lupa follow @tashijau ya di twitter :D

Minggu, 04 Oktober 2009

Langkah jitu beralih ke popok kain


by ibukerte

Tidak mudah meninggalkan popok sekali pakai dan beralih ke popok kain. Ini adalah pengalamanku sebagai ibu rumah tangga dengan putri usia 1,5 tahun. Popok kesukaanku adalah Mamy Poko. Aku rasa tidak usah aku sebut kan sebabnya :). Banyak ibuk rumah tangga addicted to this product. Aku bukannya anti popok sekali pakai and pro popok kain karena kenyataanya aku masih menggunakan popok sekali pakai dalam kondisi tertentu. Tetapi aku punya keinginan untuk berubah dan perlahan-lahan kembali ke popok kain. Sesekali aku masih menggunakan popok sekali pakai kalau pergi ke Mall atau perjalanan jauh. Namun setidaknya ada perbedaan. Dahulu kalau tidur putriku masih pake popok sekali pakai namun sekarang udah enggak sama sekali. Doakan selalu bisa menjalankan misi ini.

Sebenarnya ada beberapa pertimbangan kenapa aku mulai beralih ke popok kain, di antaranya:

1. Harga, Harga dan harga. Harga popok per biji masih mahal. Dan kalau di hitung-hitung secara matematis jika sebulan menghabiskan Rp. 100.000,00 untuk popok maka setahun kita menghabiskan 1 juta lebih. Mendingan untuk beli kebutuhan lain yang lebih penting kan ibu-ibu?

2. Isu Lingkungan. Popok sekali pakai terurai dalam jangka waktu bertahun-tahun. Dan bahkan beberapa merek popok terbuat dari plastik murni dimana lebih sulit terurai di alam dan merupakan munsuh lingkungan.

3. Faktor si anak. Umur anakku sudah menjelang 2 tahun. Sudah saatnya anak belajar untuk pipis sendiri (toilet training). Bukankah lebih awal lebih baik.

Tips-tips sukses kembali ke popok kain


1. Dukungan dari suami. Sebagai mitra sejajar kita, tentunya dukungan suami diperlukan supaya masa transisi berjalan lancar.

2. Jalani saja dulu. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Percaya dech segala sesuatu akan lebih mudah jika dimulai dengan “di jalani dulu aja”

3. Be flexible. Kalau terpaksa tidak bisa pakai popok kain misalnya lagi mo kondangan, atau pergi jalan-jalan ke mall, pakai popok sekali pakai juga ga masalah. Paling tidak kita mengurangi penggunaannya.

4. Kenali pola buang air kecil anak anda sehingga ketika sudah “saat”nya, bawa anak anak anda ke toilet dan ajarkan untuk buang air sendiri. Kadang anak belum mengerti maksudnya apa, tapi yang lebih penting adalah proses belajar itu sendiri. Cara ini juga untuk mengurangi anak pipis di celana.

Memilih popok kain



Saat ini di internet banyak popok kain yang di tawarkan. Seperti yang di tawarkan di blog http://reusablediaper.wordpress.com. Popok kain yang mereka tawarkan modelnya mirip dengan popok sekali pakai namun bahannya dibuat dari kain handuk. Sehingga menyerap pipis lebih banyak dan tidak melebar kemana-mana. Namun masih tetap berbeda dengan popok sekali pakai, yang namanya popok kain ya tetap bisa bocor. Cuma bedanya pipisnya ga kemana-mana dan kalau sudah basah ya harus di cuci lagi. Aku suka produk ini. Menurutku produk ini mendukung kampannye go green.

Nah para ibu, tidak usah takut untuk memakaikan putra/putri anda popok kain kembali. Dan kalau sudah biasa menggunakan popok kain, ceritakan ke ibu-ibu yang lain. Kisah anda tentu menginspirasikan banyak orang untuk kembali ke popok kain yang terbukti lebih ekonomis dan tentu saja baik untuk lingkungan.